Wednesday, September 4, 2019

EBOOK "RINGAN" MISTERI² TENTANG RUANG DAN WAKTU, BILL BRYSON

Membaca buku sains membuat jidat berkerenyit seperti jemuran lupa diseterika, dan kalau bacanya kebanyakan mengakibatkan fenomena kebotakan ala profesor seperti sahabat baik saya Prof. Yudi ini?? Hahahahah 😂🙏 maaaaaap..... haloo Yud!

Buku sains = berat dan serius? Tidak harus begitu mas mbakyu....

Membaca buku karya Bill Bryson ini kita serasa diajak nongkrong di warkop depan gang itu, ngopi², ngudut, ngemplok gorengan pohong & telo... sambil ngobrol ngalor-ngidul mbahas soal universe. Keren yak, hehehe... 😎

Sama seperti bukunya Richard Robinson tentang Hukum Murphy di posting sebelum ini, jujur saya harus akui dulu, saya juga belum membaca bukunya Bill Bryson ini secara lengkap. Gpp, sudah masuk daftar tunggu sih... cuman sekarang masih kalah urutan saja dengan buku² topik lainnya yang masih sedang dalam proses peng-kelar-an hehehe...

Tapi tidak ada salahnya saya share ebook menarik ini sekarang. Sekarang, saya cuman bisa memberi semacam "pengantar" singkat saja tentang buku ini. Konten yang dibahas dalam buku ini adalah sains tentang alam semesta raya (universe). Topik yang selalu menarik bagi saya, terutama karena hubungannya dengan perjalanan proses pembelajaran spiritual saya untuk selalu berusaha IQRA' (membaca) kalimat² Tuhan, yang tertulis dalam setiap lembar daun yang jatuh, atom yang berfusi dan meledak, detik jarum jam yang selalu maju/bertambah, dst... Iqra', seperti yang diperintahkan-Nya kepada setiap manusia sebagai makhluk berakal untuk selalu menggunakan akalnya, secercah cahaya ke-Ilahi-an yang dipercikkan-Nya kepada setiap masing² kita.

Dalam hal buku ini, ada yang berbeda dengan buku² atau video dokumenter tentang sains yang lainnya. Apa itu? Kesederhanaan cara penyampaiannya. Membaca buku ini, terasa layaknya seperti membaca sebuah buku kanak² yang riang dan menyenangkan. Penuh gambar lucu, warna-warni.... Ringan. Namun tidak mengurangi bobot keilmuan messages yang hendak disampaikan. Singkat kata, asik lah pokoknya.... Seperti membaca artikel ilmiahnya Stephen Hawkings atau Carl Sagan, namun dengan cita rasa Walt Disney.

Buku sudah tersimpan rapi di rak koleksi pok, yang berminat monggo ambil saja bukunya DISINI (Bill Bryson - Misteri² Tentang Ruang dan Waktu.pdf)



Selamat mengeksplore...
SALAM PUSTAKA

EBOOK PENGETAHUAN TENTANG HUKUM MURPHY, RICHARD ROBINSON

Dengan latar belakang pendidikan ilmu pasti yang saya peroleh sepanjang jenjang menuntut ilmu, tentu otak kiri saya terbiasa diasup berbagai macam rumus, hukum, adagium, dll yang pada umumnya (jika tak boleh dibilang seluruhnya) berisi suatu pernyataan tentang "kepastian"! (meskipun dari sekian banyak hukum yang saya pelajari dan saya yakini kebenarannya ada juga yang justru menyatakan hal yang sebaliknya, Hukum Heissenberg : satu²nya hal yang bisa dipastikan ada/terjadi dalam keseluruhan alam materi, adalah ketidakpastian itu sendiri!) Berbicara tentang kepastian, disini saya tidak membatasi apilkasinya melulu hanya pada rumus² fisika, matematika, kimia... 1+1 pasti = 2, bola yang dilempar keatas pasti akan jatuh dengan percepatan berbanding lurus dengan gravitasi, mencampur larutan asam dan larutan basa pasti menghasilkan garam+air, dst. Kepastian yang saya maksud disini juga bisa termasuk kepastian tentang karma misalnya, takdir, fenomena ekonomi (makro & mikro), dst dst...

Intinya adalah bahwa saya sebagai makhluk hidup berakal, sudah terbiasa dan dibiasakan, semenjak lahir sampe dengan thunuk² seperti sekarang ini, untuk selalu memandang dunia ini dengan otak kiri saya, aka. Logika! Bukan berarti otak yang ada di dalam tempurung kepala saya cuma terisi di sisi sebelah kiri thok ya, sementara sisi sebelahnya kosong melompong 😂 Dalam beberapa hal tentu saya juga tetap mengolah sisi otak yang sebelah sana itu. Saya berusaha keras mencoba belajar main gitar misalnya, meskipun akhirnya ya tetap saja gak mahir² seberapapun keras saya berusaha meniru Jimmy Hendrix. But, it's ok lah... paling tidak saya masih pede berani mengatakan bahwa kinerja otak saya tidak terlalu jauh njomplangnya hehehe....

Kembali ke soal "kepastian", hubungannya dengan ebook yang saya share kali ini, ada sebuah adagium (selanjutnya kita sebut sebagai Hukum Murphy) yang mengatakan "Jika pada sesuatu hal, pada dirinya - dalam segala kemungkinannya - mengandung setidaknya satu saja kemungkinan untuk menjadi salah, maka cepat atau lambat di suatu masa yang tidak bisa ditentukan PASTI akan terjadilah kesalahan tersebut! Dalam bahasa aslinya dikatakan "Anything that can go wrong, will go wrong"

Dalam contoh penerapannya di kehidupan sehari² seringkali memang hukum kepastian yang sebenarnya serius ini lebih banyak diungkapkan melalui kejadian² yang terdengar seperti hanya sebuah kekonyolan atau candaan. Banyak contoh, anda bisa browsing sendiri di internet soal ini. Sebut saja misalnya contoh berikut :

- pada awal pergantian musim dari musim panas ke musim hujan, tentu kita tahu pasti bahwa pada satu hari tertentu PASTI akan turun hujan tersebut. Seharusnya tentu kita menyiapkan payung untuk itu. Tetapi karena di hari² kemarin (dan sebagai tambahan pembenaran untuk pengambilan keputusan, toh ini masih di ujung masa berakhirnya musim panas, sehingga kemungkinan untuk turun hujan boleh dibilang masih 50:50 lah) kita terbiasa tidak membawa payung, dan aman² saja tuh. Hingga hari "sial" itu tibalah. Dengan tiba² saja hari berubah dari cerah menjadi mendung dan kemudian turun hujan, sementara anda sudah telanjur di jalan dan tidak membawa payung! Maka disini bolehlah kita mengatakn : Hukum Murphy bekerja! Shit! 😂

- Contoh lain misalnya saat mudik lebaran. Dari berita hari sebelumnya di siaran televisi saya mendapatkan informasi bahwa jalan utama yang menuju kota tujuan saya naudzubillah macetnya. Ada jalan alternatif sebetulnya, yang meskipun lebih jauh jaraknya namun biasanya pada hari² normal relatif lebih sepi, sehingga MUNGKIN bisa kita gunakan untuk menghindari kemacetan yang kita tahu betapa melelahkannya secara fisik & mental. Dan begitulah, hari ini saya berangkat mudik dengan keputusan untuk lewat jalur alternatif itu saja. Dan apa yang kemudian terjadi? Dengan penjelasan logic bahwa mungkin saja hari sebelumnya banyak orang dengan tujuan mudik yang sama, rupanya entah bagaimana secara "kebetulan" pada menonton berita televisi yang sama, yang memberitakan tentang macetnya jalur utama tersebut, sehingga hari ini terjadilah hal celaka itu, semua orang ternyata pada berbondong² pindah jalur menempuh jalur alternatif.... jalur utamanya malah sunyi sepi aman tenteram sentosa! Wkwkwkwk.... @#%&+#*%  Bangs*t!! 😂

Demikianlah kira² penjelasan tentang hukum sial ini. Terdengar seperti sekedar scientifical joke bukan? Namun, buat saya sih, setidaknya ada 3 hal serius yang bisa saya ambil dari adagium itu.

Pertama, saya melihat benang merah antara berlakunya hukum tersebut dengan ajaran filosofis tentang TAKDIR (Qada' dan Qadar). Maaf, maaaf... saya tidak akan membuat jidat anda tiba² mengernyit dengan menyinggung soal ajaran agama ini. Secara saya juga merasa bukan seorang ahli di bidang itu, jadi cukup sampai dikata Takdir ini saja ya penjelasannya, tidak usah lagi diurai lebih jauh benang merahnya, anda tahu kan susahnya mengurai sebuah benang? Hehehe...

Kedua, anda juga pasti bisa menyimpulkan hal ini, bahwa anda tidak bisa mengontrol semua variabel yang terlibat dalam rumus persamaan terjadinya sebuah kejadian dalam alam semesta kehidupan anda. Dalam setiap peristiwa yang melibatkan kebutuhan untuk penentuan pilihan atau kehendak, ternyata ada semacam "Super Pengambil Keputusan" atau kontrol lain, selain kontrol berupa privilege untuk berkehendak bebas yang anda miliki, yang - secara bersama² - turut andil menentukan apa yang akan terjadi sebagai akibat atau konsekwensi yang akan anda dapatkan dari setiap pilihan tindakan yang anda pilih. Saya tidak hendak mengatakan bahwa kontrol lain tersebut bernama Tuhan (meskipun bagi saya pribadi memang demikian) untuk menghindari perdebatan lebih jauh dengan para penganut paham non-ketuhanan 🙏

Hal serius ketiga adalah, tentang laku urip. Masih berkaitan dengan dua point diatas, saya yang kebetulan seorang Muslim, sekaligus seorang Jawa, dalam menghadapi setiap potensi dan konsekwensi akibat dari proses penentuan sebuah pilihan tindakan hidup, diajarkan untuk selalu Pasrah lan Sumeleh. Pasrahkan apapun takdir yang akan berlaku pada setiap pilihan tindakan yang sudah kita jatuhkan, dan Sumeleh (ceria) menghadapinya. Seperti quote yang saya kutip pada gambar yang saya sertakan pada awal artikel ini "SHIT HAPPENS, BUT LIFE GOES ON". So, keep Smileee... It doesn't matter, how luck you are with your brilliant decision you've taken before, or how fucked-up you are with your dumb one. It should has no corelation in-between. Boso jawane : sumeleh broo... rodo memper juga yo karo boso inggrise, smile 😀

Eh jadi mblakrak kemana² yak....
Ya wis, nih dia ebooknya, silahken ambil DISINI ya
Tapi maaf ya, saya cuma punya ebooknya yang format digibook (ext .exe, untuk dibaca di PC/laptop saja). Dah ngubek kesana kemari nyari yang formatnya lebih populer gak nemu bro... Dan karena itu juga lah, terus terang, saya sendiri sampai sekarang belum baca buku ini hahaha... males ribetnya. Cuman tahu aja bahwa buku ini mbahas soal hukum sial si Murphy itu, yang sudah saya kenal jauh hari sebelumnya.


Selamat membaca,
SALAM PUSTAKA

Tuesday, September 3, 2019

UPDATE BUKU PENGETAHUAN KARYA RICHARD DAWKINS

Menyambung tulisan terdahulu tentang kumpulan buku pengetahuan karya Richard Dawkins (disini), berikut saya updatekan dua ebook lain dari penulis ybs yang baru saja saya peroleh (meskipun bukunya sendiri terbit sudah luamaa banget, 1986)  dan tambahkan ke rak koleksi pok.

Seperti biasa, mohon maaf tidak memberikan review, silahkan anda mencarinya sendiri dari berbagai sumber. Sekedar guidance umum saja bahwa penulis adalah seorang scientist bidang biologi evolusioner, pendukung berat teori evolusinya om Darwin (buat pembaca dari generasi micin dimohon dengan amat sangat pengertiannya ya, Darwin dimaksud disini bukan Darwin penyanyi yang ngetop lewat lagu hitsnya Desert, yang dipakai untuk mashup ulang tahun Net TV itu yaa 😁)

Yang tertarik monggo ambil bukunya DISINI
(Richard Dawkins - The Blind Watchmaker.epub)

Masih dari Richard Dawkins, penulis yang salah satu acaranya di televisi BBC pernah dibatalkan karena dicap menyebarkan Islamophobia ini (meskipun dia membantahnya), berikut salah saru bukunya yang juga cukup kontroversial : "Delusi Tuhan".


Silahkan ambil bukunya DISINI
(Richard Dawkins - The God Delusion.pdf)


CATATAN :
Terlepas dari pandangan saya pribadi, pro atau kontra tethadap gagasan² sang penulis, seperti kebiasaan saya selama ini untuk selalu open-minded terhadap segala gagasan ilmiah maupun spiritual diluar "modal awal" yang saya miliki, maka tidak terkecuali terhadap semua gagasan yang diusung penulis ini saya anggap saja sebagai semacam "piranti penguji" terhadap bangunan yang saya gunakan sebagai modal awal tadi. Memang jadinya beresiko, karena hasil pengujian bisa jadi membuat bangunan saya semakin teguh tegak dan tahan uji, namun juga bisa berarti sebaliknya. Tak jadi masalah buatku.... enttah dengan anda. Setiap pribadi mempunyai laku/cara sendiri² dalam pencapaiannya menuju pengetahuan sejatinya sendiri. Mengutip ayat dari salah satu ajaran agama yang saya anut : bagimu agamamu, bagiku agamaku.


Selamat menguji,
Your mind is like an umbrella, useful when it's opened
SALAM PUSTAKA

Wednesday, August 28, 2019

FILM "OPERA JAWA" KARYA GARIN NUGROHO

Jangan bingung dengan judul acaranya Parto Patrio "Opera van Java" di stasiun televisi Trans7 itu ya 😊 Yang ini sebuah karya seni yang sangat sangat serius, sophisticated dan nyeniii banget... Warbyasah! Bintang 5 deh pokoknya dari aku... Luv it!  😍👌👋👋👋

Mengusung konsep avantgarde/kontemporer, film yang sebenarnya sudah dirilis tahun 2006 lalu namun hanya dipasarkan untuk pangsa luar ini (baru tahun lalu kayaknya pemutarannya untuk konsumsi dalam negeri), menggabungkan 3 aliran senirupa sekaligus dalam satu media, yaitu : seni sinematografi film, seni teater (musik, tari, menyanyi) dan seni instalasi! Saya rasa baru kali ini di dunia ada seorang seniman yang bernyali baja begitu nekadnya berani mengeksplore sampai segitu. Hasilnya? Fenomenal! 👍😎

Film yang - sejauh penilaian pribadi - saya nilai merupakan masterpiece dari seorang Garin Nugroho ini, sudah berhasil menyabet penghargaan internasional tertinggi berupa film terbaik dan sutradara terbaik di Festival International Film Independent Bruxelles Ke-35 di Brussel, Belgia, tahun 2008.

Terus terang sih, pada saat awal menonton film ini (tanpa bekal pengetahuan apapun tentang film apa yang sedang saya tonton inj) saya bingung luar biasa, tidak mengerti babar blas apa sih sebenarnya cerita & pesan yang hendak disampaikan mas Garin ini. Pusing! Hehe... Sebetulnya saya menonton film ini by accident saja. Hanya bermodal pengetahuan bahwa film ini bergenre film musik, dengan format opera, maka niat awal saya sebenarnya sekedar pengin menonton indahnya seniman² tari tersebut melenggak-lenggokkan luhurnya seni tari Jawa, seni adiluhung budaya nusantara leluhur saya. Namun kemudian saya tersesat jadinya. Hanya dengan modal pengetahuan bahasa Jawa yang sekedar pas²an (meskipun saya orang Jawa asli), ternyata saya tidak tahu sama sekali jalan ceritanya, hahaha.... mbelgedes! 😂

Akhirnya, singkat cerita, saya pause dulu menonton film ini, buka browser, tanya mbah sana mbah sini, ketemulah dengan mbah gugel yang terus mendongengkan kepada saya bagaimana jalan cerita sebenarnya film ini. Ternyata, cerita yang diusung dalam film ini adalah merupakan adaptasi bebas dari pakem tradisional kisah Ramayana. Jika dalam kisah aslinya bercerita tentang konflik segitiga antara Rama, Sinta dan Rahwana, maka dalam Opera Jawa ini Garin menerjemahkannya dalam konteks kekinian yaitu konflik antara 3 tokoh utama yaitu Setyo sang pengusaha kecil (personifikasi dari Rama), Siti istri si Setyo (personifikasi Sinta) dan Ludira sang penguasa ningrat besar (personifikasi dari si buto galak Rahwana). Kisah simple sebenarnya, bukan sesuatu yang langka dalam hidup keseharian masyarakat kita saat ini. Kisah klasik yang masih aktual sampai dengan saat ini. Tentang seorang pria biasa bernama Setyo, yang tertindas oleh angkara perselingkuhan "terpaksa" nya sang istri (Siti) dengan si buto yang penuh dengan daya nafsu (yang celakanya - dan ini kerap kali kita temui dalam kegidipan - ditunjang dengan power dan kuasa berlimpah, Ludira. Bagaimana akhir kisah ini, bisa kita tebak tidak dengan kesulitan, mengacu pada kisah pakem Ramayana aslinya yang sudah sangat familiar kita ketahui. Nilai plusnya yang kita dapatkan bukan disitu, melainkan bagaimana Garin melalui filmnya ini menohok kesadaran sosial kita, membuat terperangah dan terhenyak dengan kenyataan betapa masih aktualnya kisah Ramayana yang sudah sedemikian klasiknya itu termanifestasikan dalam kehidupan sosial kita yang sudah sedemikian modern saat ini. Perselingkuhan, gagasan tentang "kemerdekaan" manusia bergender perempuan, keangkaraan nafsu berkuasa, maupun anarki yang tertimbulkan karenanya (angkara penindasan berbuahkan angkara pemberontakan si tertindas) dst... Nilai plusnya yang lain? Tentu sisi artistik penampilan seninya, yang bagi saya begitu memanjakan mata, rasa dan manah.

Begitulah, akhirnya setelah merasa sudah berbekal modal yang cukup, kembali saya tekan tombol play alat pemutar saya. Tentu saja demi kenikmatan maksimal, terpaksa saya harus menggeser kembali time-slidernya ke posisi awal.... dan itu tentu saja setelah proses mengangkut terlebih dahulu beberapa perabotan tambahan berupa segelas kopi panas plus beberapa cemilan, hehehe

Bagi yang tertarik mendapatkan pengalaman ekstase seni seperti saya, silahkan ambil barangnya di rak koleksi saya SEBELAH SINI

Selamat menonton.


Seni memperkaya jiwa kita,
SALAM PUSTAKA

DISCOGRAPHY IWAN FALS

Menyambung tulisan sebelum ini, tentang lagu Iwan Fals, maka berikut akan saya share koleksi lengkap (discography) karya penyanyi fenomenal ini. Sejak dari kemunculan pertama kalinya ke khalayak ramai melalu album kaset "Canda Dalam Tawa" sekitar tahun 79-80an (saya kelas 1 SMP waktu itu), bersamaan dengan munculnya entertainer² lainnya di jalur yang sedikit berbeda yaitu Warkop DKI dan Orkes Pancaran Sinar Petromaks (PSP). Sampai album terakhir di penghujung karirnya yaitu Raya (2014).

Eh sebelum saya lanjutkan menulis, baidewe, saya kok baru ngeh sekarang ya kalau di awal karir panjangnya nama Iwan Fals itu ditulis IWAN FALES (pakai E !!) hahahaha.... 😂😂😂

Di jaman saat menonton konser musik masih merupakan sebuah kemewahan bagi remaja kota kecil, yang lebih mirip disebut desa sebenarnya daripada kota, maka saya masih bisa merasakan betul geletar gairah keremajaan saya manakala suatu ketika dalam hidup saya berkesempatan menonton konser penyanyi idola ini di stadion Tambaksari Surabaya. Saya sudah lupa tahunnya, yang jelas saya ingat saya menonton bersama teman² kost kuliah saat itu, salah satunya sahabat terdekat saya Ahim (halooo Him ✋). Orang melayu bilang Ambooiii....

Saking tumannya saya (tuman: ketagihan, bhs. Jawa) saya juga masih ingat betul ketika saya sudah bekerja di Semarang sekitar tahun 94-95an, dimana seharusnya sebagai orang kantoran sebetulnya saya tidak mempunyai kelebihan waktu senggang seperti seorang remaja bebas, namun dengan semangat militansi petualangan yang memang agak berlebih pada darah saya maka suatu hari saya memutuskan: akan menonton konser Iwan Fals bersama Kantata Taqwa saat itu, di Solo! kota yang belum pernah sekalipun saya kunjungi saat itu. Konsernya sendiri bertajuk konser amal, free alias gratis ndak usah bayar tiket masuk. Diadakan malam hari, di suatu tempat kediaman Setiawan Jodi di sekitar kompleks keraton Solo, yang entah berada di bagian nirwana sebelah mana itu adanya. Maka - sendirian - hanya berbekal baju yang menempel di tubuh saya berangkat ke Solo dari Semarang dengan naik bus umum sore itu. Sampai di Solo dengan sedikit tanya sana tanya sini (kebanyakan cukup dengan mengikuti arus rombongan gerombolan anak² muda aja sih, yang saya tebak dan ternyata tepat perkiraan saya, akan menonton konser akbar itu juga) saya berjalan menyusuri jalanan kota Solo, melintasi alun-alun, berkelok² keluar masuk lorong gang² kecil, dan akhirnya Voillaaa.... tiba² saya muncul di ujung sebuah tanah lapang dan di depan sana berdiri megah panggung pertunjukan yang saya impikan. Sekali lagi Ambooiii....

Singkat cerita jadilah malam itu perayaan gelora keremajaan yang masih tersisa dalam kesendirian masa menjelang ketuaan saya, saya nikmati berjingkrak² bersama bocah² remaja lainnya menikmati sajian amal jariyah idealisme bermusik yang masih kental dari seorang Iwan Fals, Sawung Jabo, Innisisri, Setiawan Jodi, Rendra, Jockie Suryoprayogo dan Donny Fatah itu. Hmm madness!! Sebuah engalaman batin yang sangat berharga.

Konser berlangsung sampai menjelang tengah malam. Saat semuanya usai, tinggallah kemudian saya yang baru tercenung dalam kesadaran yang mulai pulih, trus ngapain nih saya... terdampar sendirian di tengah malam di sebuah kota tak dikenal, tanpa kenalan tanpa kerabat, sementara saya berpikir keras bahwa entah gimana caranya saya harus sudah tiba kembali di Semarang sebelum pagi dimana saya berkewajiban untuk setor muka ke hadapan boss di kantor sebagaimana layaknya seorang yang mencari nafkah dengan menjadi bawahan sebuah perusahaan. Hadeeeh....

Akhirnya, dengan melupakan fakta bahwa saya belum mengisi perut semenjak berangkat tadi sore, kembali saya menyusuri jalanan remang dan gelap kota Solo, yang kali ini sudah sunyi tidak seramai banyak orang seperti tadi, menuju terminal bus... yang untunglah setelah menunggu dengan bergeletakan ala kadarnya di emperan terminal kemudian ada bus yang berangkat, meskipun tidak dengan tujuan akhir Semarang. Singkat cerita, jadilah sepanjang malam itu saya lalui dengan menyengklak kendaraan apapun itu, bus kek omprengan kek, sambung menyambung menjadi satu, sehingga akhirnya di saat pagi hari saya berhasil tiba kembali di rumah kost saya di Semarang, dengan mata layu dan kondisi remuk redam 😁 Yang saya tidak bisa mengingat kembali hingga saat ini, apakah saat itu saya nyampai di rumah saat dini hari ataukah sudah terang tanah, trus apakah akhirnya saat itu begitu tiba langsung berkemas berangkat ke kantor, ataukah.... terus terang saya curiga saat itu begitu tiba di kamar saya langsung menggeletak menghilangkan kesadaran dan akhirnya bolos, melewatkan critical moment untuk bisa absen menyetor muka ke hadapan sang boss di kantor! Wkwkwkwk wallahualam.... 😂😂😂🙏🙏🙏

DISCOGRAPHY IWAN FALS
01 Canda Dalam Nada (1979)
02 Canda Dalam Ronda (1979)
03 Perjalanan (1979)
04 3 Bulan (1980)
05 Sarjana Muda (1981)
06 Opini (1982)
07 Sumbang (1983)
08 Barang Antik (1984)
09 Sugali (1984)
10 KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) (1985)
11 Sore Tugu Pancoran (1985)
12 Aku Sayang Kamu (1986)
13 Ethiopia (1986)
14 Lancar (1987)
15 Wakil Rakyat (1988)
16 1910 (1988)
17 Mata Dewa (1989)
18 Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu (1989)
19 Swami I (1989)
20 Kantata Takwa (1990)
21 Cikal (1991)
22 Swami II (1991)
23 Belum Ada Judul (1992)
24 Hijau (1992)
25 Dalbo (1993)
26 Anak Wayang (1994)
27 Orang Gila (1994)
28 Lagu Pemanjat (bersama Trahlor) (1996)
29 Kantata Samsara (1998)
30 Akustik
31 Kantata Revolvere (1999)
32 Best Of The Best (2000)
33 Suara Hati (2002)
34 In Collaboration with (2003)
35 Manusia Setengah Dewa (2004)
36 Iwan Fals in Love (2005)
37 50:50 (2007)
38 Untukmu Terkasih (2009) - mini album
39 Keseimbangan (2010)
40 Tergila-gila (2011)
41 Raya (2014)

BONUS :
Beberapa album kompilasi lagu² Iwan Fals terdahulu, plus folder Lagu Langka berisi lagu² Iwan Fals yang tidak pernah dirilis (non-komersial)

Silahkan ambil aja semuanya sendiri di rak saya ya, kunci lemarinya ada  DISINI


Selamat bernostalgia,
SALAM PUSTAKA