.post-body img { max-width:100%; height:auto; } RAK KOLEKSI pok -: EBOOK PENGETAHUAN HOW TO BE INVISIBLE, J. J. LUNA

Saturday, April 13, 2019

EBOOK PENGETAHUAN HOW TO BE INVISIBLE, J. J. LUNA

Yang ini juga ebook kiriman sahabat saya Adje 🙏. Ceritanya suatu hari saya melontarkan satu topik obrolan di group whatsapp kami, saya mengeluhkan bagaimana susahnya menjaga privasi di jaman dimana - disadari atau tidak - hidup kita sudah sedemikian dipermudahnya dengan majunya teknologi informasi modern saat ini. Mulai bangun tidur, sampai kembali terlelap dalam tidur lagi di malam berikutnya, anda tidak bisa terlepas dari teknologi. Mulai dari alarm yang membangunkan anda dari hp di samping bantal, nonton berita pagi di tv/radio mobil saat berangkat kerja, menggunakan bantuan google maps/gps untuk mencari lokasi atau sekedar mengetahui kepadatan traffic jalan dari rumah ke kantor, dst dst dst ..... sampai malam menjelang tidur, kita menyetel streaming lagu/musik favorit kita via spotify, sebagai lagu pengantar tidur. Begitu mudahnya hidup kita saat ini ya? Bandingkan dengan kehidupan saudara kita di jaman batu yang masih hidup di gua², hanya beberapa waktu yang lalu.

Itu di satu sisi, sisi pros-nya. Tapi sadarkah anda, bahwa dibalik segala kenyamanan dan kemudahan hidup yang ditawarkan tekhnologi tersebut, ada harga yang harus anda bayar (cons-nya). Perlahan-lahan, sadar atau tidak, hidup anda semakin lama semakin tergantung ada atau tidaknya kemudahan² itu. Pernahkah anda merasa bingung, ketika bangun tidur, anda tidak menemukan hp di samping bantal. Pernahkah anda bingung, ketika anda kesulitan menemukan suatu alamat, sementara kebetulan anda berada di daerah terpencil tanpa sinyal seluler, sehingga anda tidak bisa "bertanya" kepada mbah gugel. Pernahkah anda kelimpungan, ketika tiba² mendadak anda harus mentransfer sejumlah uang kepada istri anda yang sedang membutuhkan, sementara anda tidak bisa mengakses e-banking anda karena suatu hal. Dst dst.... Ternyata, hidip kita sudah menjadi sedemikian manis manja ya.... Bisa dibilang kita nyaris tak bisa "hidup" tanpa bantuan dari sang mbah dukun jaman modern ini ya, si mbah gugel.

Padahal.... tahukah anda, untuk bisa "membantu" anda dan segala permasalahn hidup anda tersebut, si mbah perlu mengenal anda sedetail mungkin. Semakin "kenal" si mbah dengan anda, semakin pinter mbah dukun itu membantu memecahkan masalah sehari² anda. Untuk kepentingan itu - dengan persetujuan anda - mereka (si mbah gugel dan teman² dukun lainnya) telah mengcollect segala data pribadi anda, kapan ulang tahun anda, minuman apa yang anda suka, jam berapa biasanya anda berangkat ke kantor, lewat jalan mana, dst.... bhkan kalau perlu mereka akan senang juga kalau mengetahui data berapa ukuran pakaian dalam anda, merk apa favorit anda, di toko mana anda biasanya beli.

Pernahkah anda seperti saya, merasa risih, ketika entah dari planet mana datangnya, tahu² bertubi² masuk message ke inbox hp, menawarkan ini lah itu lah.... Anda heran, ketika suatu waktu anda dan keluarga bepergian liburan mengendarai mobil ke Jogja, disana anda membuka gugel, si mbah bilang ini kunjungan anda yang ketujuh kalinya ke kota ini. HAAAHH????

Itulah uang saya maksud dengan "harga yang harus anda bayar", privasi anda! Bagi sebagian orang mungkin itu bukan suatu hal besar, no big deal.... Namun bagi sebagian yang lain, saya termasuk didalamnya, ini hal besar. Privasi, bagi saya pribadi, hal yang sangat sangat penting, bukan hal remeh. Saya tidak pernah merasa nyaman jika orang lain diluar lingkungan keluarga, mengetahui dari a b c bahkan sampai z tentang hidup pribadi saya.

Nah, penulis buku ini, J. J. Luna, seorang mantan agen rahasia, tahu persis problematika seputar masalah privasi pribadi ini. Dibukunya ini penulis menceritakan, berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai seorang mata²/agen rahasia, yang harus sedemikian rupa menyembunyikan identitas pribadinya serapat mungkin (kalau perlu tidak usah sampai tercatat di KTP kelurahan 😀)

Tentu, bukan maksud penulis untuk mengajarkan anda menjadi seorang mata² profesional. Kalau anggaplah si J. J. Luna ini 100% invisible man (btw, jadi inget salah satu film favorit saya masa kecil ya, The Invisible Man), anda mungkin hanya ingin mengambil 30%, 60%, 80%, terserah anda.

Berikut bukunya....












Selamat membaca
Jangan pernah berhenti belajar
SALAM PUSTAKA

No comments:

Post a Comment