Thursday, May 30, 2019

FILMOGRAPHY LEGENDA MARTIAL ART BRUCE LEE

Tanyakan kepada setiap pelaku seni beladiri (martial art) siapa sosok paling berpengaruh di kancah dunia kangouw di jaman modern saat ini? (kita tidak membicarakan dunia kangouw jaman susiok-couw² dari kuil Siauw-liem-pay itu ya 😁) Hampir bisa dipastikan, dari beberapa pilihan nama - yang jumlahnya pasti tidak lebih dari jumlah jari tangan kita - salah satunya, kalau bukan yang teratas, adalah sosok tokoh ini : Bruce Lee.

Sebagai seorang aktor pemain film, dia menjadi sosok revolusioner dalam pembuatan film laga (action). Betapa kuat pengaruhnya dalam dunia perfilman bergenre action tanyakan kepada para sineas & aktor top Hollywood, kiblatnya jagad dunia perfilman dunia. Dalam salah satu film dokumenter diungkapkan keterkaguman dari seorang sutradara terkenal John Woo, aktor laga Samuel L Jackson, Keanu Reeves, sampai Jacky Chen, yang menyebut sosoknya, Bruce Lee, sebagai salah satu "Taihiap (pendekar besar)" di jagad dunia persilatan, baik di dunia layar bioskop, maupun di kehidupannya sehari² di dunia nyata.

Dari sisi saya pribadi ingatan paling kuat tentang tokoh ini adalah memori masa kecil di kota kelahiran saya, Probolinggo Jawa Timur. Beberapa rumah jaraknya dari rumah saya di masa kecil adalah rumah keluarga pemilik perusahaan bus terkenal "Akas". Saat itu sedang trend²nya penggunaan home video player (Betamax/VHS) yang perlahan² menggeser popularitas bioskop & layar tancap sebagai media pemutar film. Nah, entah dengan alasan apa - mungkin sebagai sarana hiburan rakyat untuk warga sekitar - sang pemilik rumah kadang memasang video playernya di garasi busnya, memutarkan film² yang sedang populer saat itu : film india, film jadoel indonesia, dan yang paling sering diputar yang saya inget ya film²nya Bruce Lee ini. Kalau sudah ramai berkerumun orang di garasi bus rumah itu sambil ada teriakan² Wathauuuw Wuuuu.... bisa dipastikan sang jagoan lah yang sedang diputer, dan saya akan ikut berdesak²an menontonnya, tak peduli sudah berapa kali pun saya menontonnya tetep aja asik liat orang ini memainkan jurus²nya 😋

Tidak banyak jumlah film yang sempat diproduksi dan dibintanginya, tercatat hanya 5 film, yang ke-5 irupun tidak sempat diselesaikannya sampai tuntas , karena keburu terjadinya "tragedi dunia persilatan" saat itu : meninggalnya sang aktor. Sesuai kesepakatan semua pihak akhirnya dilanjutkanlah pembuatan film tersebut sampai selesai, dengan menggunakan seorang aktor pengganti - yang bagi saya pribadi sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan sosok aslinya. Dari banyak aktor yang telah berusaha mencoba untuk mewarisi dan mengcopy gaya laganya di film, menurut saya pribadi nih ya, zonk semua. Bruce Lee cuma ada satu dan sekali. Bruce Lee, tak akan pernah tergantikan.... bahkan oleh anaknya sendiri yang juga mencoba menapak-tilas jejak karir bapaknya di dunia perfilman, Brandon Lee. Baru kelak di belakang hari secara tidak sengaja saya menemukan - melalui social media youtube - seorang pewaris ilmu Jeet Kune Do-nya di dunia nyata (bukan perfilman) yang gerakan² beladirinya cukup menawan, nyaris sempurna mengingatkan kembali saya tentang bagaimana cantiknya gaya berlaganya sang suhu : Bruce Lee. Tentang sang murid pewaris ini kelak mungkin akan saya sharekan pada posting tersendiri.

Untuk posting kali ini silahkan anda tonton dulu filmography jagoan saya ini, Bruce Lee. Ambil barangnya di rak koleksi saya, di sebelah SINI

DAFTAR JUDUL :
- (1971) The Big Boss
- (1972) The Fist of Fury a.k.a. The Chinese Connection
- (1972) The Way of The Dragon
- (1973) Enter The Dragon
- (1978) Game of Death


Selamat menonton.
Gak usah ikut mancal² dan naik meja!
Wuaaaa Wathauuuw Wuuuuu
SALAM PUSTAKA

Wednesday, May 29, 2019

KUMPULAN VIDEO DOKUMENTER ROCK CLIMBIING PATRICK EDLINGER

Masih tentang Patrick, pemanjat tebing profesional asal Perancis, namun Patrick yang ini bukan Patrick Berhault melainkan Patrick Edlinger. Duo Patrick ini memang sama² orang Perancis, sama² rock climber pro dunia, dan kebetulan keduanya juga bersahabat serta sering melakukan pendakian bersama juga. Namun tetap ada perbedaan di sisi personality kayaknya, setidaknya dari sisi kesimpulan pengamatan saya. Yang satu humble, introvert, satunya lagi lebih garang, ekstrovert, dan cenderung "show-off" kayaknya hehehe....

Tak kalah dengan rekannya si Berhault, Pattick yang Edlinger ini juga sama² seorang climber jempolan, pemanjat papan atas... meminjam istilahnya Kho Ping Hoo mereka ini ya semacam datuk dunia persilatannya kegiatan panjat memanjat dan daki mendaki lah... Skillnya sudah tingkat manusia setengah dewa.

Pemanjatan paling spektakuler dan fenomenal Edlinger adalah ketika dia melakukan pemanjatan di tebing Gorge du Verdon (didokumentasikan sebagai film pendek dengan judul Opera Vertical). Dia melakukannya dengan free-soloing. Jika anda pernah mendengar istilah free-solo di dunia panjat tebing, itu adalah sebutan untuk pemanjatan yang dilakukan dengan tanpa menggunakan peralatan pengaman sama sekali! No rope, no belaying, no gears at all... just barely hands and a chalk-bag in whist, and the wall itself. Dalam dunia rock climbing, gaya pemanjatan free-soloing ini ya si Patrick Edlinger inilah pioneernya. Scene paling tak terlupakan adalah ketika dia - entah sengaja atau emang beneran - sedikit terpeleset dan kemudian dia harus bergantung pada satu pegangan kecil, hanya dengan satu ruas jarinya! Insane... *gelogedekgedek

Penasaran? Simak video²nya DISINI
Enjoy it


Keep rockin' lads
SALAM PUSTAKA

KUMPULAN VIDEO DOKUMENTER ROCK CLIMBING PATRICK BERHAULT

Menyambung tulisan sebelumnya, di posting terdahulu tentang video dokumenter rock climbing "Masters of Stone", saya yang sempat salfok cerita luas (panjang x lebar) soal Patrick Berhault, padahal postingnya tentang video lain hahahah.... Nah untuk menunaikan janji akan segera menyusulinya dengan videonya si om sendiri, semalem sudah selesai saya uploadkan ke awan², meskipun dengan perjuangan penuh kesabaran menunggui leletnya bandwidth kecil, tapi it's ok lah.... toh akhirnya selesai juga. So, here it is... kupersembahkan video² dokumenternya si om Patrick Berhault, silahkan dicaplok DISINI

Video² ini saya dapatkan dari berbagai sumber di internet, terutama youtube, isinya persis dengan video yang ada di kaset betamax yang jadi harta pusaka klub pecinta alam saya, seerti yang saya ceritakan yang lalu itu. Dulu perasaan berhargaaa banget koleksi ini ya, namun entah kenapa somehow di jaman begitu mudahnya mendapat konten² informasi sepertu ini di jagat belantara internet, kok jadinya terasa "B aja" (baca: biasa aja, pinjem istilah gaulnya anakku 😊). Ya sudah lah....

Tentang kehidupannya saat ini, sesuai personality-nya yang humble, sederhana, cenderung introvert, si om sekarang hidup menyepi di sebuah daerah pedesaan kecil di Perancis, bertani, bertukang, dan hidup membaur bersama keluarga dan tetangga dekat warga desa, sesekali "kembali ke alam" mendaki bukit² kecil di sekitar bersama anak, dst.... Hmm semacam utopia atau idealisme kehidupan bagi seorang pecinta alam kayaknya ya.... Apresiasi om 👌 Semoga njenengan sehat selalu & dilimpahi kebahagiaan atas pilihan hidup njenengan. GBU


Keep rockin' lads
SALAM PUSTAKA

KUMPULAN VIDEO DOKUMENTER ROCK CLIMBING SERI "MASTERS OF STONE"

Ketika masih mahasiswa dulu saya sempat aktif di kegiatan kepecinta-alaman. Sempat menjadi ketua organisasi malah di jurusan tempat saya kuliah, meskipun itu juga karena "ketiban sampur" saja karena dipaksa para tetua sebelumnya untuk melanjutkan organisasi selepas kelulusan mereka, agar tidak mati organisasinya.

Salah satu hal heboh di dunia kangouw pernaik-gunungan saat itu adalah keidatangan seorang rock climber dunia asal Perancis ke Indonesia, Patrick Berhault. Sempat mampir ke Surabaya dan menjajal salah satu tebing tinggi disini - tebing Sepikul di kawasan hutan Watulimo, Trenggalek. Tebing ini adalah tebing tertinggi di Jawa Timur, dan sekarang sudah dijadikan salah satu tujuan wisata khusus, wisata panjat tebing, jalurnya sudah dipasangi besi pengaman untuk keamanan bagi para pengunjung non pemanjat profesional. Saat kedatangan si om Patrick dulu tebing ini masih "perawan".


Saya ingat pernah mencoba bersama tim klub memanjat tebing setinggi ± 300-400m ini, cuma berhasil mencapai ketinggian tidak sampai separuhnya... karena hari sudah telanjur sore dan kami tidak merencanakan untuk pemanjatan dengan menginap di tebing. Saya tahu sendiri "mulusnya" tebing disana sehingga untuk tingkatan kami nyaris mustahil rasanya bisa menyelesaikan pitchnya tanpa menggunakan bolt. Sekedar info, di dunia rock climber penggunaan peralatan artifisial bolt ini boleh dibilang sedapat mungkin haram dilakukan, karena bentuk fisiknya yang memang berupa semacam baut yang harus dipakukan ke tebing. Kenapa haram, karena penggunaannya berarti secara harafiah merusak keaslian alamiah tebing, berlawanan semangatnya dengan tujuan menjaga keaslian alam uang seharusnya diemban semua pelaku kegiatan kepecinta-alaman.

Nah, saat itu si om Patrick rencananya datang kesana, langsung melakukan pemanjatan secara "on-sight". Dan itu dilakukannya. Meskipun akhirnya tidak tercapai juga tujuan semula (menyelesaikan keseluruhan pitch dalam sehari), namun paling tidak demonstrasi skill memanjatnya mampu membelalakkan mata kami semua. Titik terjauh tempat kami menghentikan percobaan pemanjatan kami dahulu, dengan enteng dan beautifully dilewatinya dengan mudahnya, hanya dalam beberapa menit pemanjatan saja!

Pada kesempatan pertemuan sesudah demo pemanjatan mulailah kami penasaran setengah mati dan mencari tahu, siapa sih sosok Patrick Berhault ini. Dan kebetulan pada momen itu si Patrick juga berkenan membagi²kan video documentary pemanjatan²nya. Saat itu belum ada yang namanya internet dan youtube. Video dokumenter yang dibagi²kan Patrick itupun masih dalam bentuk primitif, kaset video betamax, yang sekarang sudah punah penggunaannya. Jadilah kaset video yang dibagi²kan per klub itu menjadi semacam harta wasiat berharga bagi kami para pecinta alam Indonesia.

Hehehe kok jadi ceritanya panjang lebar soal Patrick Berhault ya?? Padahal tujuan utama tadinya share kali ini adalah video dokumenter rock climbing seri "Masters of Stone" yang tidak ada om Patrick ini di dalamnya 😁 Yo wis gpp lah. Saya janji di posting mendatang akan saya share juga videonya om Patrick tersebut. Saat ini masih dalam proses antrean untuk upload. Kebetulan yang sudah saya upload duluan ke rak koleksi adalah video Masters of Stone ini, ya sudah nikmati dulu yang ini ya.... Gak usah protes! 😁

Ya sudah, karena sudah kepanjangan tulisannya, untuk Master of Stone ini gak usah pakai narasi lagi ya, langsung saja embat videonya DISINI

Catatan :
Masters of Stone volume 04 tidak ada, susah sekali cari link sumbernya. Kalau gak salah saya dapat videonya ini juga dulu dari torrent, saya coba cari lagi kok sudah gak nemu dimana². Tapi gpp, no big deal lah, karena di DVD aslinya volune 04 ini sebenarnya semacam kompilasi saja dari volume 01 & 03 yang sudah ada di rak saya.


OK lads, enjoy it and keep rockin' ! ✊ 
SALAM PUSTAKA

Tuesday, May 28, 2019

KUMPULAN VIDEO KARTOLO

Menyambung posting terdahulu tentang ludruk guyonan Cak Kartolo Cs. kalau pada posting terdahulu adalah rekaman audio dari album kaset² Cak Kartolo di era tahun 80an (berupa file mp3), maka pada posting kali ini saya sharekan hasil pengumpulan video² yang berisikan live performance beliau di masa sekarang. Nek biyen Cak Kartolo juk enom kinyis², saiki Kartolo wis tuwek hahaha... gakpopo cak, masio tuwek pancet joozz gandhoz kotos kotos sampeyan cak 👍😁

Video² ini hasil pengumpulan yang saya lakukan dari berbagai sumber di youtube. Acaranya macem². Ada yang penampilan di acara kawinan, penampilan di panggung dalam rangka momen tertentu, acara rutin di tv lokal JTV, ngaji bersama Cak Nun, dll. Saya kumpulkan sebagai dokumentasi pribadi saja, karena saking cuwintaanya saya sama ikon budaya tradisional Surabaya ini. I lap yu puul Cak... 😘

Penampilan Cak Kartolo di usia senja ini tentu saja tidak bisa dibandingkan ketika beliau "masih edan²nya" di jaman masih muda dulu. Begitu juga porsi penampilannya. Kalau di jaman sekarang beliau lebih bersifat "ngemong", mendorong penampil² lain yang lebih muda. Tidak apa², bagus malah itu, karena berarti masih ada harapan tersisa untuk terus mewariskan kelangsungan hidup seni tradisional ini pada generasi selanjutnya. Tidak kepaten obor.

Semoga kesenian tradisional budaya bangsa ini tidak lekas punah tergusur kencangnya arus budaya global dunia, yang nampaknya lebih memikat bagi generasi milenial Indonesia sekarang, dengan segala kekenesannya ala anak² K-Pop. Terus berkarya Cak, sampai raga tak lagi mampu menopang jiwa. Semoga panjenengan diparingi barokah, kasihatan lan yuswo dening Gusti ingkang Amurbengi. Amin 🙏

Monggo derek, menawi remen dipun pundut sedoyo file-ipun dumateng MRIKI. Gak athik daftar yo, sing pengin weruh deloken dewe ae isine sak folder iku. Gak usah ngringik gak usah nyocot... 😁

Sugeng mirsani. Selamat ngekek...


Lestarikan budaya bangsa
SALAM PUSTAKA