Showing posts with label jadul. Show all posts
Showing posts with label jadul. Show all posts

Wednesday, October 16, 2019

RUKUN FAMILI TEMANGAN, SECUIL MEMORI MASA KANAK

Ketika malam semakin menua, desa kota Probolinggo ku pun mulai mengantuk. Di kamar kuno rumah Randupangger ku, ngelangut sepi, sendiri aku termangu di temaramnya kamar. Sunyi. Tak ada lagi riuh suara kota. Hanya suara cengkerik sesekali, dan kesiur Angin Gending yg kadang datang mengelus jendela kayu kamar di rumah tuaku ini, rumah kuno bergaya kolonial.

Dan sayup di kejauhan, timbul tenggelam terbawa kesiur Angin Gending, terdengar lagi suara itu! Suara yang - bagiku - terdengar bernuansa sedikit mistis, mrngalun misterius dari sebuah loudspeaker kampung yang sember, kadang terdengar kadang hilang, mengalun mendayu-dayu.... bagaikan datang dari alam yang tak sama. Sebuah alunan suara gamelan, ditabuh dengan irama kendang yang bertalu... dan lantunan suara laki perempuan, menembangkan tembang² misterius, dengan ucapan kalimat yang tak sepenuhnya bisa aku paham olah bahasanya. Bahasa Madura!

Sampai jauh umurku menua, tetap kusimpan rasa penasaran itu, mengendap menjadi kristal memori dari masa lalu. Keingintahuan tentang  semarak pesta apa sebenarnya yang lantunan suaranya kerap kudengar mengiringi tidur² malamku di kota masa kecilku itu. Tanpa pernah mendapat sebuah jawaban.

Sampai diusiaku yang mulai merambah kepala lima ini, akhirnya kutemukan jawaban itu secara tak sengaja.... justru melalui wahana yg sangaaat sangat modern, internet. Melalui jagat informasi youtube, akhirnya terkuaklah misteri besar itu, melalui sebuah kata kunci pencarian: "RUKUN FAMILI TEMANGAN"

Ya, rupanya suara itu adalah suara para pelaku seni tradisional - sejenis Tayub - yang dalam budaya masyarakat pendalungan di daerah tapal kuda (Pasuruan, Probolinggo, Situbondo dan Jember) biasa dilangsungkan dalam sebuah acara perhelatan pernikahan.

Prosesinya sangat unik - sedikit menggelikan mungkin bagi kita yang bukan berasal dari kalangan etnik Madura - biasanya berupa bagi² uang (mirip saweran), namun ini diberikan oleh tamu undangan pada pihak pengantin dan keluarga. Imbalannya (dari pemberian "saweran" itu) adalah ya lantunan tembang² yang kudengar di malam² itu. Kadang juga pelantunan tembang ucapan terima kasih itu diiringi dengan tarian, dari pihak penyumbang maupun pihak keluarga pengantin. Isi tembangnya sendiri - yang saya tangkap (karena saya tidak tahu persis secara keseluruhan artinya, karena bahasa Madura bukanlah bahasa ibu bagi saya) - adalah semacam puji²an atas kedermawanan sang penyumbang, sekaligus ucapan terima kasih dari pihak keluarga pengantin.

Sangat unik!

Saya, sebagai seorang Indonesianis, sangat berbahagia sekali dengan penemuan besar ini, dan merasa semakin cinta dengan bukti keragaman budaya yang sungguh sangaaaat kaya sekali dari bangsa ini, budaya Nusantara.

Semoga harta tak ternilai seperti ini tidak segera punah tergerus gelinding jaman. Semoga masih ada generasi anak cucu kita yang masih bisa terus peduli, mencintai dan merawat warisan adiluhung budaya para leluhur ini.

Semoga...

CATATAN :
Beberapa koleksi audio-video Rukun Famili Temangan ini ada di folder SENI BUDAYA NUSANTARA di posting saya sebelumnya disini. Atau bisa langsung menuju Rak Koleksi melalui LINK INI

Semua intelectual rights gambar serta koleksi audio-video yang saya pasang di posting ini ternisbahkan pada berbagai sumber terkait di internet dan youtube. Apresiasi dan permohonan maaf bila tidak berkenan, semuanya hanya dengan maksud dan tujuan untuk nderek manguri-uri kabudayan Nuswantoro ingkang samya kito tresnani. Juga tidak ada maksud untuk tujuan komersialisasi. Matur nuwun 🙏


SALAM NUSANTARA

Friday, October 4, 2019

KUMPULAN VIDEO LUDRUK KARYA BUDAYA MOJOKERTO

Konten ini sudah termasuk di postingan saya sebelumnya (Kumpulan Audio-Video Seni Budaya Tradisional Nusantara, disini). Tulisan ini hanya deskripsi lanjutan saja membahas lebih detail tentang perkumpulan kesenian ludruk Karya Budaya Mojokerto.

Seperti pernah saya ceritakan di posting² sebelumnya, saya terikat sekali dengan dagelan Jawa Timurannya cak Kartolo Cs. Hampir tak pernah seharipun terlewat dalam kegiatan saya sehari² tanpa memutar sejudul dua judul rekaman kasetnya cak Kartolo Cs. Di sepanjang perjalanan bermobil berkegiatan keliling jalanan kota selalu saya putar secara acak koleksi mp3 beliau dari USB flashdisk yang tertancap ke audio mobil. Menjelang tidur juga hampir selalu saya putar koleksi tersebut dari smartphone saya. Kalau belum begitu kurang lengkap rasanya perjalanan tidur saya hahaha....

Nah, beberapa waktu belakangan ini, ketika sedang asyik berselancar di jagat youtube, secara kebetulan saya berkenalan dengan Ludruk Karya Budaya Mojokerto ini. Dan seperti Kartolo Cs. dagelan khas Jawa Timuran mereka ternyata sukses mengocok perut saya sampai terpingkal² bercucuran air mata 😂. Sejak itu saya mulai menelusuri dan mengumpulkan video² ludruk ini. Ada banyak videonya tersedia di youtube, saya pilih yang formatnya dagelan murni aja. FYI, ludruk ini masih menggunakan pakem ludruk tradisional murni, kadang menampilkan juga ludruk "serius" dengan membawakan cerita² rakyat (meskipun tetap saja diselipkan dialog² dagelan diantaramya). Yang jenis ini saya skip aja untuk menyimpannya, maaf 😊🙏

PERINGATAN :
Karena masih menggunakan pakem ludruk tradisional, maka perlu saya ingatkan kembali bagi yang belum mengetahui, bahwa djenis humor yang digunakan dalam pertunjukan rakyat pesisir ini adalah jenis humor slapstick. Akan banyak anda temui kosa kata dan kelucuan yang terkesan kasar, saru, jorok... terutama bagi audience non Jawa Timur. Tapi sebenarnya itu merupakan bahasa pergaulan yang umum digunakan dalam kehidupan sehari² masyarakat pesisir (bukan masyarakat kalangan dalem keraton bangsawan Jawa).
Oyah, satu lagi... seperti juga pakem ludruk tradisional, tidak ada pelakon wanita dalam pertunjukan ini. Jika ada peran yang harus menampilkan sosok perempuan, biasanya digunakan sosok waria untuk memerankannya. Ini sesuai dengan sejarah situasi kondisi pada awal kemunculan kesenian ini, yang pada dasarnya adalah pertunjukan group keliling yang mengharuskan mereka untuk berpindah² lokasi pertunjukan... akan merepotkan bila harus membawa juga anggota perempuan asli (telusuri sejarah perkembangan kesenian ludruk).

Tentang sejarah perkumpulan Karya Budaya sendiri silahkan anda gugel untuk mengetahuinya lebih detail. Yang jelas, ada banyak pergantian personil penampil yang kondang di group ini, dari sejak berdirinya sampai dengan saat ini. Bagi saya, saya paling suka ketika group ini masih beranggotakan personil Trubus, Liwon, Supali. Mereka yang paling berhasil menampilkan greget kelucuan buat usus humor saya 😂. Sayangnya dua diantara nama² tersebut (cak Trubus dan cak Supali) sudah almarhum beberapa waktu yang lalu. Semoga diterima semua amal kebaikan mereka berdua....

Yang berminat, anda bisa mendapatkannya di folder Seni Budaya Nusantara yang linknya sudah saya share di posting terdahulu, atau anda bisa langsung menuju ke folder Karya Budaya DISINI

Selamat menonton.


Ayo nguri-uri kabudayan Nuswantoro,
SALAM PUSTAKA

KUMPULAN AUDIO-VIDEO SENI BUDAYA TRADISIONAL NUSANTARA

Saya boleh dibilang Indonesianis sejati, cuiiinta banget dengan kekayaan dan keindahan budaya negeri Nusantara ini. Tak habis²nya saya mengagumi adiluhungnya warisan leluhur tak ternilai ini. Pada dasarnya saya bisa menikmati segala produk seni budaya tradisional berbagai bangsa. Namun entah mengapa, dibandingkan indah dan kayanya budaya milik kita sendiri, terasa seperti membandingkan pelangi dengan awan mendung, hehehe.... (maaf, agak lebay ya) 😁

Itu baru bicara soal seni budaya loh. Belum lagi bicara soal keindahan alamnya, yang tidak akan habis kita explore sepanjang umur kita. Makanya, banyak memang tempat indah di seluruh dunia, tapi kalau saya yang ditanya pengin pergi kemana sebagai destinasi jika sedang ingin jalan² pas liburan, maka saya akan selalu jawab bahwa bukan Paris atau China atau tempat lain manapun di seluruh dunia yang ingin saya kunjungi, menghabiskan seluruh tempat indah di seantero negeri Nusantara ini saja mungkin tidak cukup seluruh umur saya gunakan. Dulu saya anggota pecinta alam di kampus, sudah banyak tempat indah saya jelajahi, namun hingga umur saya yang mulai masuk kepala 5 ini saya merasa masih terlalu buanyaak lagi yang belum sempat saya kunjungi, dari rimba belantara Leuser Aceh sampai salju Puncak Jayawijaya Papua, dari terumbu karang Taman Bunaken Sulawesi sampai perburuan paus di Lamalera NTT, masih tinggal cita² destinasi travelling saya.

Kembali ke seni budaya, berikut ini saya akan share kumpulan berbagai traditional art perform dari berbagai daerah dan suku di Indonesia, antara lain :

> Tembang/Kidung Macapat
> Kesenian Ludruk
> Musik Tradisional Jawa
> Musik Tradisional Bali
> Musik Tradisional Bali
> Musik Tradisional Sunda
> Tayub
> Kesenian Reog dan Jathilan
> Tari Saman Aceh
> Tari Glipang Probolinggo
> Tari Bedhaya
> Tari Kontemporer Didik Nini Thowok
> Pertunjukan Wayang
> Wayang Potehi Tuban

.... dan lain-lain

Monggo diubek-ubek Rak Koleksi pok, DI SEBELAH SINI

CATATAN :
Koleksi ini saya kumpulkan dari berbagai sumber di internet, termasuk website, blog, youtube, medsos, dll... yang tidak bisa saya sebutkan sumber aslinya satu persatu. Apresiasi dan ucapan matur nuwun saja yang bisa saya sampaikan. Semoga bisa menjadi amal kebaikan bagi anda semua 🙏
Dan karenanya maka koleksi ini juga bersifat dinamis, kontennya mungkin suatu saat akan terus bertambah, seiring dengan berbagai "temuan" konten sejenis lain nantinya. Jadi bagi anda yang kebetulan mempunyai selera & passion yang sama silahkan sering² menengok isi link folder yang saya share tersebut diatas.

Ayo anak muda, jaga dan hidupkan terus kekayaan Budaya Nusantara, warisan adiluhung yang telah diitipkan para leluhur kepada kita, generasi penerus bangsa Bhinneka Tunggal Ika ini. Keelokan budaya Nuswantara sungguh adalah mutiara warisan dunia, The World Heritage.

SALAM INDONESIA 🇮🇩

Thursday, May 30, 2019

FILMOGRAPHY LEGENDA MARTIAL ART BRUCE LEE

Tanyakan kepada setiap pelaku seni beladiri (martial art) siapa sosok paling berpengaruh di kancah dunia kangouw di jaman modern saat ini? (kita tidak membicarakan dunia kangouw jaman susiok-couw² dari kuil Siauw-liem-pay itu ya 😁) Hampir bisa dipastikan, dari beberapa pilihan nama - yang jumlahnya pasti tidak lebih dari jumlah jari tangan kita - salah satunya, kalau bukan yang teratas, adalah sosok tokoh ini : Bruce Lee.

Sebagai seorang aktor pemain film, dia menjadi sosok revolusioner dalam pembuatan film laga (action). Betapa kuat pengaruhnya dalam dunia perfilman bergenre action tanyakan kepada para sineas & aktor top Hollywood, kiblatnya jagad dunia perfilman dunia. Dalam salah satu film dokumenter diungkapkan keterkaguman dari seorang sutradara terkenal John Woo, aktor laga Samuel L Jackson, Keanu Reeves, sampai Jacky Chen, yang menyebut sosoknya, Bruce Lee, sebagai salah satu "Taihiap (pendekar besar)" di jagad dunia persilatan, baik di dunia layar bioskop, maupun di kehidupannya sehari² di dunia nyata.

Dari sisi saya pribadi ingatan paling kuat tentang tokoh ini adalah memori masa kecil di kota kelahiran saya, Probolinggo Jawa Timur. Beberapa rumah jaraknya dari rumah saya di masa kecil adalah rumah keluarga pemilik perusahaan bus terkenal "Akas". Saat itu sedang trend²nya penggunaan home video player (Betamax/VHS) yang perlahan² menggeser popularitas bioskop & layar tancap sebagai media pemutar film. Nah, entah dengan alasan apa - mungkin sebagai sarana hiburan rakyat untuk warga sekitar - sang pemilik rumah kadang memasang video playernya di garasi busnya, memutarkan film² yang sedang populer saat itu : film india, film jadoel indonesia, dan yang paling sering diputar yang saya inget ya film²nya Bruce Lee ini. Kalau sudah ramai berkerumun orang di garasi bus rumah itu sambil ada teriakan² Wathauuuw Wuuuu.... bisa dipastikan sang jagoan lah yang sedang diputer, dan saya akan ikut berdesak²an menontonnya, tak peduli sudah berapa kali pun saya menontonnya tetep aja asik liat orang ini memainkan jurus²nya 😋

Tidak banyak jumlah film yang sempat diproduksi dan dibintanginya, tercatat hanya 5 film, yang ke-5 irupun tidak sempat diselesaikannya sampai tuntas , karena keburu terjadinya "tragedi dunia persilatan" saat itu : meninggalnya sang aktor. Sesuai kesepakatan semua pihak akhirnya dilanjutkanlah pembuatan film tersebut sampai selesai, dengan menggunakan seorang aktor pengganti - yang bagi saya pribadi sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan sosok aslinya. Dari banyak aktor yang telah berusaha mencoba untuk mewarisi dan mengcopy gaya laganya di film, menurut saya pribadi nih ya, zonk semua. Bruce Lee cuma ada satu dan sekali. Bruce Lee, tak akan pernah tergantikan.... bahkan oleh anaknya sendiri yang juga mencoba menapak-tilas jejak karir bapaknya di dunia perfilman, Brandon Lee. Baru kelak di belakang hari secara tidak sengaja saya menemukan - melalui social media youtube - seorang pewaris ilmu Jeet Kune Do-nya di dunia nyata (bukan perfilman) yang gerakan² beladirinya cukup menawan, nyaris sempurna mengingatkan kembali saya tentang bagaimana cantiknya gaya berlaganya sang suhu : Bruce Lee. Tentang sang murid pewaris ini kelak mungkin akan saya sharekan pada posting tersendiri.

Untuk posting kali ini silahkan anda tonton dulu filmography jagoan saya ini, Bruce Lee. Ambil barangnya di rak koleksi saya, di sebelah SINI

DAFTAR JUDUL :
- (1971) The Big Boss
- (1972) The Fist of Fury a.k.a. The Chinese Connection
- (1972) The Way of The Dragon
- (1973) Enter The Dragon
- (1978) Game of Death


Selamat menonton.
Gak usah ikut mancal² dan naik meja!
Wuaaaa Wathauuuw Wuuuuu
SALAM PUSTAKA

Saturday, May 25, 2019

EBOOK CERSIL SERI NAGA BUMI, KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA

Pertama kali membaca cersil ini ketika dimuat sebagai cerita bersambung (cerbung) di harian Jawa Pos, tahun berapa saya sudah lupa. Sempat mengklipingnya, benar² mengklip - menghancur leburkan koran setiap harinya dengan mengguntinginya, memotongi cerbung Naga Bumi-nya (dan halaman sambungannya di halaman lain) 😂, kemudian mengklipnya menjadi satu dengan klip kertas besar. Tidak bertahan lama tentu saja, usaha kelas amatiran kayak gini wkwkwkwk... maka baru beberapa minggu saja terhentilah dengan suksesnya usaha kliping-mengkliping ini, beralih ke media yang lebih bisa diterima dengan nyaman oleh akal sehat : buku! 😁. Dan dikarenakan ini buku terbitan cukup lama sehingga nyaris kecil kemungkinannya bagi saya untuk menemukannya di toko buku (TB konvensional, bukan online), maka jadilah saya berburu versi ebooknya. Dan inilah hasilnya... akhirnya dengan manis ebook serial Naga Bumi ini nangkring dengan manisnya di rak koleksi pok (tanpa harus lagi memainkan jurus tanpa bentuk bersenjatakan gunting, mengguntingi koran, hahahah...)

Ada 3 buku seri cersil Naga Bumi ini, plus satu buku lanjutan dengan judul Naga Jawa Di Negeri Atap Langit (cerita tentang sang Naga Bumi ketika menyatroni sarangnya dunia persilatan, negeri Cina).

Somehow, entah kenapa setiap kali mereview buku ini saya senantiasi secara yidak sadar langsung membandingkannya dengan buku sejenis: buku Senopati Pamungkas-nya Arswendo Atmowiloto. Tidak dalam hal gaya kepenulisan, yang dalam hal ini pasti jauh berbeda, dengan ciri & gaya kepenulisannya masing². Yang saya maksud adalah kesamaanya dalam hal keunikannya. Seperti juga Arswendo dengan Senopati Pamungkasnya, demikian pula Seno Gumira dengan Naga Bumi-nya. Mereka berdua bukan penulis khusus genre cersil seperti Asmaraman S. Kho Ping Hoo atau SH. Mintardja. Senopati Pamungkas dan Naga Bumi adalah satu²nya karya mereka di genre ini. Saya kadang menganalogikannya seperti banyak musisi² rock dunia yang tidak akan pernah merasa SAH tingkat ke-rock and roll-annya jika belum memainkan satu lafu blues! Mungkin.... sekali lagi ini mungkin ya, ada sedikit ego narsis seorang penulis untuk menunjukkan kepada publik: "ini loh, saya juga bisa bikin tulisan cersil, sebagus cersil tulisan penulis² asli dibidang itu!". Maafkan imajinasi liar saya hehehe... I can't help it, to not thinkin' like that

Berikut ebook cersil sang Naga Bumi tersebut. Enjoy it... 👇



















Selamat membaca
SALAM PUSTAKA

EBOOK CERSIL NUSANTARA SERI SENOPATI PAMUNGKAS, KARYA ARSWENDO ATMOWILOTO

Arswendo Atmowiloto adalah salah satu sosok penulis senior, penulis multigenre, tulisannya membentang dari konsumsi anak²/remaja sampai kakek nenek, mulai dari cerita silat, novel roman, dll. Mungkin cuma buku resep masakan yang dia belum tulis 😀 atau jangan² itu pun sudah pernah dia tulis, dan saya tidak tahu??

Semua hal dia tulis, dan semuanya bagus, setidaknya menurut saya barangkali. Sudah pernah saya tulis di artikel sebelumnya, pertama kali saya mengenal sosok Arswendo adalah melalui bacaan favorit saya semasa kecil, majalah HAI. Cerita berserinya tentang si detektif cilik Imung selalu saya tunggu dengan antusias setiap kali penerbitan. Begitu juga kolom asuhannya, masih di majalah yang sama, "Mengarang Itu Gampang".

Menginjak masa yang lebih dewasa, semakin bnyak saya menemukan tulisan dan buku²nya, dengan topik & genre beragam. Pada jamannya penulis ini termasuk yang cukup sangat produktif. Sampai akhirnya di satu masa, saya lupa tahunnya, dia tersandung suatu masalah (kasus penistaan agama kalau tidak salah, cmiiw) sehingga dia akhirnya harus berurusan dengan hukum dan harus mendekam selama beberapa waktu di lembaga pemasyarakatan (bahasa halus dari penjara). Selepas masa² suram tersebut dia masih lanjut menulis, namun entah bagaimana dan kenapa, popularitasnya sudah semakin menurun tajam, masa keemasan dan kejayaan sudah terlewat agaknya.

Diantara banyak bukunya, ada satu yang paing unik menurut saya, serial novel silat berlatar-belakang sejarah "Senopati Pamungkas", dan judul lanjutannya "Tembang Tanah Air" yang berhenti pada buku ketujuh dan tidak pernah ditamatkan sampai saat ini, setelah penulisannya terputus seiring dengan masuknya dia ke balik jeruji besi. Nampaknya dia mengalami semacam kefrustasian serta kehilangan mood untuk menulis lagi.

Unik, karena cuma di buku ini sajalah Arswendo menuliskan cerita bergenre cerita silat. Tidak ada lagi bukunya yang lain selain Senopati Pamungkas dan Tembang  Tanah Air yang bergenre serupa, cerita silat. Keunikan kedua, soal tebalnya. Begitu tebalnya buku ini sampai LKH (Langit Kresna Hariadi) pun mengatakan bahwa buku Senopati Pamungkas ini tebalnya "dah kayak bantal!" 😁 (padahal buku Gajah Mada-nya sendiri kalau ditumpuk jilid 1-5 mungkin tingginya melebihi buku Senapati Pamungkas).

Berikut saya share-kan kedua buku cersil karya Arswendo tersebut, cekidot 👇




Arswendo Atmowiloto - Tembang Tanah Air (buku 1-7, tidak tamat, djvu)












Selamat membaca
SALAM PUSTAKA

Friday, May 24, 2019

KUMPULAN EBOOK CERSIL KARYA ASMARAMAN S. KHO PING HOO

Ini dia salah satu koleksi kategori VVIP saya 😊. Seperti sudah saya janjikan di tulisan terdahulu (Memori tentang awal sebuah kisah cinta, disini), pada saatnya saya akan sharekan koleksi ebook Kho Ping Hoo ini.

Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo, begitu nama lengkap pioneer penulis cerita bergenre cersil ini. Lahir di Sragen, Jawa Tengah, tahun 1926. Selama masa produktif kepenulisannya telah melahirkan ber-ratus² jilid buku cersil, diantaranya yang paling terkenal dan menjadi masterpiecenya antara lain : seri Pendekar Pulau Es (Bu Kek Siansu), seri Pendekar Sakti (Bu Pun Su), seri Pedang Kayu Harum, dll... serta berpuluh jilid judul buku cerita lepas dan cerita dengan seting Jawa (nusantara).

Keseluruhan koleksi ebook Kho Ping Hoo ini saya kumpulkan dari berbagai sumber, banyak sekali blog dan website yang menyediakannya, diantaranya kangzusi/Tirai Kasih sebagai sumber utama dan pioneer jagad pustaka ebook Indonesia, dan website² lain seperti blog Dunia Kangouw, dll. Terima kasih dan apresiasi saya untuk mereka 🙏 atas kerja keras mereka saya bisa menghadirkan kembali memori masa kecil saya di masa tua ini.

Beberapa memori pribadi tentang "kegilaan" akan buku bacaan Kho Ping Hoo yang telanjur mengendap di alam ingatan saya antara lain :

- Saya khitan (sunat) di usia yang cukup terlambat. Dibanding teman² sepermainan yang rata² sudah melakukannya di kelas² awal Sekolah Dasar, saya baru "sempat" melaksanakannya setelah kebetulan ada liburan sangat panjang (1 semester) setelah lulus kelas 6 SD, akibat adanya perubahan masa tahun ajaran di jaman menteri pendidikan Daud Yusuf dulu (ketahuan sekarang ya kalau saya termasuk generasi angkatan jaman kuda gigit besi 😁). Tapi mungkin juga sih alasan sebenarnya karena baru di waktu itu saya cukup mengumpulkan keberanian untuk bersedia "dijagal" itunya wakakakak.... bayangin ngerinya prosesi itu di jaman masih belum ada teknologi ring untuk khitan dsb, ngeri ngeri sedaap book... Dan kenapa akhirnya saya memberanikan diri melakukannya? Karena dengan iming² nanti akan disewakan bertumpuk² buku Kho Ping Hoo, sak mblengere! untuk menemani sepanjang masa pemulihan nanti 😂. Dan terbukti buku² tersebut besar sekali jasanya dalam menenangkan kebosanan & "keperihan hidup" saya, karena ternyata masa pemulihan hasil khitan saya sedikit lebih lama dibandingkan rata² teman sebaya lain. Jika mereka 2-3 hari setelah sunat sudah kembali berlari²an main kelereng dll, saya sampek hampir 2 minggu praktis masih harus jalan terkekeh² lengkap dengan pakaian kebesaran sarung & pethat! (mereka yang sejaman dengan saya pasti tau persis peralatan² tersebut 😅)

- Saait itu kebiasaan di keluarga saya anak² dibiasakan untuk tidur siang (daripada main gak karuan ke sawah dll). Saya yang masih anak² juga harus melakukan itu. Nah biasanya si mbah, ibu saya, atau mbak² yang bekerja membantu di rumah, yang bertugas sebagai "mandor pengawas" seringkali kelabakan menemukan saya tidak berada di kamar ketika waktunya jam tidur siang. Tahukah dimana saya? Favorit saya adalah memanjat pohon kedondong si samping rumah, baca Kho Ping Hoo diatas, sambil melihat pemandangan laut jauh disana dan sambil mencomoti buah kedondong ranum kalau laper 😂. Kalau tidak di pohon kedondong kadang juga saya pergi ke seberang jalan rumah, (sembunyi²) naik ke atas menara air sampai ke rooftop-nya! dengan alasan dan bekal yang sama juga, baca buku Kho Ping Hoo sambil menikmati pemandangan dari atas.... wekekekekek


- Atas dasar memori indah masa kecil itu juga maka sampai dengan tua pun saya terus berusaha memelihara memori indah tersebut dengan cara mengkoleksi kembali buku² bacaan Kho Ping Hoo ini selengkap mungkin. Satu kenangan indah, ketika sedang dalam proses menjelang pernikahan saya, saya beberapa kali sampai mengajak calon istri waktu itu, untuk pergi ke Solo... mampir ke rumah sederhananya sang legenda, pak Kho Ping Hoo (rumah menantu sebenarnya, Bunawan, yang juga sekaligus sebagai tempat percetakan pribadi buku² beliau, namanya CV Gema), di sebuah gang kecil di kota Solo (Jl. Juanda Kertokusuman, Gandekan, Jebres, Solo), untuk melengkapi kekurangan koleksi buku cetak Kho Ping Hoo yang belum saya punya. Saya ingat betapa terharunya saya ketika akhirnya berkesempatan mampir secara pribadi di kediaman beliau, tokoh penting dari masa kecil saya, meskipun sayangnya saya tidak bisa menemui beliau secara langsung dikarenakan beliau sudah almarhum saat itu. Asmaraman S. Kho Ping Hoo wafat di tahun 1994, dalam usia 68 tahun, sementara saya berkunjung ke rumah beliau di sekitaran tahun 2002. Dan yang lebih mengenaskan lagi, terakhir berita yang saya tahu secara tidak sengaja ketika lagi surfing² di web, rumah sekaligus perusahaan percetakan CV Gema tersebut sedang diiklankan untuk dijual. Entah dengan alasan apa.... Sayang, sebagian memori hati saya seakan ikut tercerabut karenanya, meskipun mungkin saya dapat memahami alasannya jika saya mengetahuinya. Hidup, seringkali memang harus demikian... ada masa lalu yang sebaiknya kita tinggalkan, karena tidak bisa lagi kita panggul terus-menerus sampai ke masa depan.

OK, demikian sekelumit dongeng kecil kenangan pribadi saya tentang buku cersil Asmaraman S. Kho Ping Hoo. Bukan hal penting untuk anda, namun berharga untuk saya pribadi.

Berikut daftar buku (ebook) yang sudah saya koleksi di rak koleksi saya. Catatan, sebenarnya tadinya saya berkeinginan mengedit kembali koleksi ebook Kho Ping Hoo ini, merapikannya, mengconvertnya ke format yang lebih sesuai dengan saya & device saya, memberikan signature kecil sebagai tanda pribadi, dll. Namun setelah mempertimbangkan kembali dengan lamanya waktu yang dibutuhkan, maka terpaksa saya harus membatalkan cita² saya itu, dan memutuskan meng-share saja apa adanya seperti aslinya yang saya dapat (hanya beberapa yang sudah selesai saya edit, yaitu ebook² yang berextensi epub). Berikut koleksi buku cersil Kho Ping Hoo saya, cekidot : 👇

DAFTAR JUDUL

> CERSIL TIONGKOK

A. CERITA SERIAL

Seri Pendekar Pulau Es (Bu Kek Siansu)
01 Bu Kek Siansu
02 Suling Mas
03 Cinta Bernoda Darah
04 Mutiara Hitam
05 Istana Pulau Es
06 Pendekar Bongkok
07 Pendekar Super Sakti
08 Sepasang Pedang Iblis
09 Kisah Sepasang Rajawali
10 Jodoh Rajawali
11 Suling Emas dan Naga Siluman
12 Kisah Para Pendekar Pulau Es
13 Suling Naga
14 Kisah Si Bangau Putih
15 Kisah Si Bangau Merah
16 Si Tangan Sakti
17 Pusaka Pulau Es

Seri Pendekar Sakti (Bupunsu)
01 Pendekar Sakti (Bupunsu)
02 Ang I Niocu (Nona Berbaju Merah)
03 Pendekar Bodoh
04 Pendekar Remaja

Seri Darah Pendekar
01 Darah Pendekar
02 Pendekar Penyebar Maut
03 Memburu Iblis
04 Pendekar Pedang Pelangi

Seri Dewi Sungai Kuning
01 Dewi Sungai Kuning
02 Kemelut Kerajaan Mancu

Seri Gelang Kemala
01 Gelang Kemala
02 Dewi Ular
03 Rajawali Hitam

Seri Iblis dan Bidadari
01 Iblis dan Bidadari (Hwee Thian Mo Li)
02 Lembah Selaksa Bunga

Seri Jago Pedang Tak Bernama
01 Jago Pedang Tak Bernama (Bu Beng Kiam Hiap)
02 Kisah Sepasang Naga (Ji Liong Jio Cu)
03 Pedang Ular Merah
04 Pedang Pusaka Naga Putih

Seri Naga Langit
01 Kisah Si Naga Langit (bag-1)
02 Kisah Si Naga Langit (bag-2)
03 Jodoh Si Naga Langit

Seri Si Pedang Kilat
01 Kisah Si Pedang Kilat
02 Pedang Kilat Membasmi Iblis

Seri Mestika Burung Hong Kemala
01 Mestika Burung Hong Kemala
02 Kisah Si Pedang Terbang
03 Pedang Awan Merah

Seri Naga Sakti Sungai Kuning
01 Naga Sakti Sungai Kuning
02 Naga Beracun

Seri Pedang Kayu Harum
01 Pedang Kayu Harum
02 Petualang Asmara
03 Dewi Maut
04 Pendekar Lembah Naga
05 Pendekar Sadis
06 Harta Karun Jengis Khan
07 Siluman Goa Tengkorak
08 Asmara Berdarah
09 Pendekar Mata Keranjang
10 Si Kumbang Merah Pengisap Kembang (Ang Hong Cu)
11 Jodoh Mata Keranjang
12 Pendekar Kelana

Seri Pedang Naga Kemala
01 Pedang Naga Kemala
02 Pemberontakan Taipeng

Seri Pendekar Budiman
01 Pendekar Budiman
02 Pedang Penakluk Iblis (Sin Kiam Hok Mo)
03 Tangan Geledek

Seri Pendekar Tanpa Bayangan
01 Pendekar Tanpa Bayangan (Bu Eng Cu)
02 Harta Karun Kerajaan Sung (bag-1)
03 Harta Karun Kerajaan Sung (bag-2)
04 Harta Karun Kerajaan Sung (bag-3)

Seri Sepasang Naga Lembah Iblis
01 Sepasang Naga Lembah Iblis
02 Pedang Naga Hitam

Seri Sepasang Naga Penakluk Iblis
01 Sepasang Naga Penakluk Iblis
02 Si Bayangan Iblis
03 Dendam Sembilan Iblis Tua

Seri Si Pedang Tumpul
01 Si Pedang Tumpul
02 Asmara Si Pedang Tumpul

Seri Si Raja Pedang
01 Si Raja Pedang
02 Rajawali Emas
03 Pendekar Buta
04 Jaka Lola

Seri Si Teratai Merah
01 Ang Lian Lihiap (Pendekar Wanita Teratai Merah)
02 Si Walet Hitam (Ouw Yan Cu)

B. CERITA LEPAS
- Antara Dendam dan Asmara
- Bayangan Bidadari
- Cheng Hoa Kiam
- Dendam Membara
- Dendam Si Anak Haram
- Hoa-san Taihiap (Pendekar Dari Hoa-san)
- Kisah Di Antara Remaja
- Kisah Si Tawon Merah
- Maling Budiman Berpedang Perak
- Mestika Golok Naga
- Naga Merah dan Bangau Putih
- Nona Berbunga Hijau (Kun-lun Hiap-kek)
- Ouwyang Heng-te
- Patung Dewi Kwan-Im
- Pedang Asmara
- Pedang Keramat
- Pedang Sinar Emas
- Pedang Ular Merah
- Pek I Lihiap (Pendekar Wanita Berbaju Putih)
- Pembakaran Kuil Thian Lok Si
- Pendekar Baju Putih
- Pendekar Bunga Merah
- Pendekar Cengeng
- Pendekar Gila Dari Shantung
- Pendekar Pemabuk (Kang-lam Tjiu-hiap)
- Pendekar Tangan Sakti
- Pendekar Tongkat Dari Liong-san
- Pengemis Tua Aneh (Ouw-bin Hiap-kek)
- Peninggalan Pusaka Keramat
- Pusaka Gua Siluman
- Rajawali Lembah Huai
- Sakit Hati Seorang Wanita
- Sepasang Rajah Naga
- Si Rajawali Sakti
- Si Tangan Halilintar
- Suling Pusaka Kumala
- Tiga Dara Pendekar Siauw-lim
- Tiga Naga Sakti
- Wanita Iblis Pencabut Nyawa (Toat-beng Mo-li)

> CERSIL JAWA (NUSANTARA)

A. CERITA SERIAL

Seri Keris Pusaka Sang Megatantra
01 Sang Megatantra
02 Nurseta Satria Karang Tirta
03 Badai Laut Selatan
04 Perawan Lembah Wilis
05 Sepasang Garuda Putih

Seri Pecut Sakti Bajrakirana
01 Pecut Sakti Bajrakirana
02 Seruling Gading
03 Alap-Alap Laut Kidul
04 Bagus Sajiwo
05 Kemelut Blambangan

B. CERITA LEPAS
- Asmara Dibalik Dendam Berdarah
- Bajak Laut Kertapati
- Banjir Darah di Borobudur
- Dyah Ratnawulan
- Jaka Galing
- Kemelut di Majapahit
- Keris Maut
- Keris Pusaka Nogo Pasung
- Kidung Senja di Mataram
- Pendekar Gunung Lawu
- Rondo Kuning Membalas Dendam
- Satria Gunung Kidul
- Sejengkal Tanah Sepercik Darah

Omitohud! Siancai Siancai.... capek juga ternyata nulisnya yah, apalagi ini ngetiknya dari hp, keriting jempol dan moto tuwekku! 😂

Monggo wis, silahkan disedot SEMUANYA satu folder Kho Ping Hoo ini, DISINI (hmm kurang baik hati gimana coba saya ini...)


Selamat bernostalgia
Haiiyaaa Ciaaaatt
SALAM PUSTAKA

Tuesday, May 21, 2019

KUMPULAN EBOOK CERSIL NUSANTARA KARYA SH MINTARDJA

Singgih Hadi Mintardja, atau lebih dikenal sebagai SH Mintardja, seorang Mpu penulis cerita silat (Cersil) berseting sejarah kerajaan Nusantara. Beliaulah pioneer dibidang penulisan cerita dengan genre tersebut. Seangkatan dengan Mpu cerita lainnya dari Solo, Kho Ping Hoo, namun dengan ciri khas masing². Jika Kho Ping Hoo lebih banyak menuliskan cerita silat berlatar belakang Tionghoa (meskipun ada juga beberapa karyanya yang juga berseting nusantara), maka SH Mintardja murni memilih jalur khusus di genre cersil nusantara.

Tak kurang dari seorang LKH (Langit Kresna Hariadi) - penulis buku best seller Pentalogi Gajah Mada - pun mengakui bahwa sosok SH Mintardja begitu merasuk mempengaruhi dan menginspirasi gaya tulisannya, sehingga tanpa sungkan dan dengan penuh penghormatan seorang LKH mengakui SH Mintardja sebagai Gurunya dalam hal menulis.

Terus terang, di masa kecil saya, saya sudah pernah juga sebetulnya mendengar gaung kondangnya nama beliau ini di jagad tulis menulis cersil. Namun saat itu entah kenapa saya belum tertarik untuk membaca tulisan² beliau. Seperti pernah saya tulis di artikel sebelumnya, masa kanak² remaja saja lebih banyak diisi dengan tumpukan bacaan buku²nya Kho Ping Hoo dengan cersil Tiongkok. Atau kalaupun baca cersil Jawa saya lebih memilih komik² silatnya Ganes TH, Jan Mintaraga, dll. Baru belakangan ini, justru setelah saya tamat membaca buku pentalogi Gajah Mada-nya LKH, terpesona dengan keindahan seting & gaya bertuturnya, dan kemudian mengetahui bahwa sang penulisnya terinspirasi oleh sosok SH Mintardja, nah baru saya mulai penasaran mulai berburu mencari tahu lebih dalam tentang SH Mintardja dan karya²nya dulu. Beruntungnya saya, somehow (ndilalah boso jawane) kok saya menemukan bahwa ternyata buanyak para fans die-hard-nya beliau yang dengan sangat berdedikasi berkenan bersusah-payah mendokumentasikan koleksi buku²nya, men-scan, mengedit, dst sampai akhirnya bisa dinikmati kembali di jaman sekarang dalam bentuk buku digital, yang lebih neat, sophisticated, tidak lusuh kumal berdebu kayak buku² jadoel aslinya 😁. Saya harus menyebut sosok "kangzusi" dengan websitenya "Tirai Kasih" yang telah berjasa besar mengangkat kembali pustaka berharga negeri ini : Mpu Singgih Hadi Mintardja.

Selengkapnya tentang profil SH Mintardja, anda bisa membaca artikel INI

Berikut kumpulan ebook cersil karya SH Mintarja yang sudah tersimpan di rak koleksi saya, monggo disruput 👇


DAFTAR JUDUL :

- Seri API DI BUKIT MENOREH, Jilid 1-396 (epub),
belum tamat sampai dengan meninggalnya penulis.

01 Bunga di Kaki Gunung Kawi (epub)
02 Bara diatas Singasana (epub)
03 Sepasang Ular Naga di Satu Sarang (pdf)
04 Panasnya Bunga Mekar (pdf)
05 Hijaunya Lembah Hijaunya Lereng Pegunungan (pdf)


01 Suramnya Bayang-Bayang (pdf)
02 Sayap-Sayap Yang Terkembang (pdf)

- Seri Arya Manggada :
01 Menjenguk Cakrawala (pdf)
02 Mas Rara (pdf)
03 Sang Penerus (pdf)
04. Sejuknya Kampung Halaman (pdf)
05 Matahari Senja (pdf)

01 Matahari Esok Pagi (pdf)
02 Istana Yang Suram (pdf)

- Bunga di Batu Karang (pdf)
- Jejak di Balik Kabut (pdf)
- Kembang Kecubung (pdf)
- Mata Air di Bayangan Bukit (pdf)
- Meraba Matahari (pdf)
- Naga Sasra dan Sabuk Inten (epub)
- Tanah Warisan (pdf)
- Tembang Tantangan (pdf)
- Yang Terasing (pdf)


Sugeng maos
SALAM NUSANTARA

Monday, May 20, 2019

DISCOGRAPHY ALBUM LAGU WIETEKE VAN DORT (TANTE LIEN)

Tante Lien, begitu dia biasa disapa, nama aslinya Louisa Johanna Theodora "Wieteke" van Dort, seorang aktris berdarah Belanda kelahiran Surabaya. Sedikit tragis jalan hidupnya, seorang manusia yang tercerabut dari akarnya, sebagai seorang Belanda namun lahir dan besar di (dan mencintai) Indonesia, justru di jaman dimana kedua bangsa - akar darimana dia lahir - sedang berseteru. Ketika suatu saat dimasa itu, di masa ketika sentimen anti-Belanda merebak di Indonesia sehubungan dengan peristiwa pertempuran merebut Irian Barat, maka dengan terpaksa Tante Lien beserta keluarga mengungsi keluar dari Indonesia dan menetap kembali ke tanah asal orangtuanya, Belanda. Sebagai manusia, terlepas dari darah apa yang mengalir di tubuh saya, saya merasa simpati dan bisa mengerti pilunya rasa sepi manakala kita tidak bisa diterima di lingkungan dimana kita hidup. Sebagai seorang londo dia ditolak di Indonesia (tempat dia lahir & sangat dia cintai), dilain pihak di Belanda dia juga tidak bisa diterima sepenuhnya karena latar belakang kecintaannya terhadap "pihak lawan". Jadilah Tante Lien seorang manusia yang sunyi, kesepian, tercerabut dari akarnya sebagai seorang manusia (meminjam istilah sastra) yang tidak bisa menentukan berdarah apa atau berkulit ras apa seharusnya dia lahir. Such a tragically sadness... Selengkapnya cerita tentang Tante Lien bisa dilihat antara lain di artikel ini

Di tahun² 80an (ketika saya masih lucu²nya di usia SMA) suatu hari kami dikejutkan suatu hal. Diantara berbagai macam lagu barat berbahasa Inggris yang populer saat itu, ini kok tiba² ada sebuah lagu lucu, riang, berbahasa asing (belanda) tapi disela lirik lagunya terselip kata² nasi goreng, sambal goreng, kerupuk dll 😁 Belakangan kemudian setelah mencari tahu lebih jauh baru kenal sosok Tante Lien beserta kisah pilunya yang diungkapkan lewat tembang riang "Geef Mij Maar Nasi Goreng" itu. Barulah kemudian saya berburu mencari lagu² dari si Tante.

Berikut beberapa lagu dan album Wieteke van Dort yang susah-payah sudah saya kumpulkan (lagu terfavorit saya dari si Tante adalah yang berjudul "Nacht over Java"). Mohon maaf tidak usah pake track list atau daftar judul ya... susah ngetik segitu banyaknya, dengan bahasa "keriting" lagi, takut belepotan ngetiknya 😁. Kalau berminat silahkan saja dilihat² langsung foldernya DISINI















Selamat bernostalgia
SALAM PUSTAKA